Kang Yasin Berbagi

Selamat Datang di Forum Kang Yasin Berbagi
Silahkan login untuk masuk ke Forum atau Daftar Bagi yang belum mendaftar Terima kasih Atas kunjungannya.

Berebut Manis BlackBerry Logo

Salam Kang Yasin
Kang Yasin Berbagi

Tempatnya berbagi segala jenis Informasi dan Berita

ngacir Kang Yasin Telah membuat Blog sendiri yang dulunya di gabung dengan blog http://trik-tipsblog.blogspot.com sekarang terpisah berada di link berikut Blog Kang Yasin. dan sudah 5.000 Lebih yang Ikut Bergabung di Facebook Kang Yasin.

Tukar Banner

Kang Yasin Berbagi

Partner Forum

Tips, Triks AdSense, Tutorial Blog, Free Download E-Book, Bisnis Penghasil Dollar, cara buka Paypal/Alertpay, tips google adsense, bisnis internet, pusat bisnis online, pulsamurah

Latest topics

Keywords

Sponsor

User Yang Sedang Online

Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 67 pada Sun Aug 07, 2011 11:33 am

Statistics

Total 43945 kiriman artikel dari user in 2579 subjects

Total 23288 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah ady1st


    Berebut Manis BlackBerry

    raditya notonegoro
    raditya notonegoro
    Member Master
    Member Master

    Jumlah posting : 315
    Points : 590
    Reputation : 23
    Join date : 21.02.11
    Age : 23
    Lokasi : *** kediri raya ***

    Berebut Manis BlackBerry Empty Berebut Manis BlackBerry

    Post by raditya notonegoro on Tue Feb 22, 2011 10:21 pm

    VIVAnews - Siang yang cerlang, hari begitu benderang di kantor Anton, 28. Staf TI di sebuah perusahaan yang berlokasi di bilangan Sudirman Jakarta Selatan, itu sigap meraih ponsel BlackBerry Storm-nya yang tergolek di meja kubikalnya.
    Jarinya lincah mengetuk-ngetuk tombol QWERTY virtual di layar, memunculkan tulisan ‘RedTube’ di kolom alamat internet di browser bawaan. Sayang, simbol sinyal di pojok kanan atas tak terisi penuh. Cuma ada tulisan ‘EDGE’ di perangkat 3,5 G HSDPA itu. Tak sabar menunggu situs terunggah penuh, Anton mencoba alternatif lain.
    Kali ini ia ketikkan ‘Fleshbot’. Berhasil, di layar selebar 3,25 inci itu muncul kolom-kolom judul artikel tanpa foto yang berjajar ke bawah (threaded). Setelah salah satu kolom artikel diceklik, barulah muncul gambar-gambar tubuh wanita tanpa busana dalam berbagai pose. “Waaaw”. Mata Anton berbinar.
    Dengan layar ukuran penuh tanpa terganggu tombol QWERTY fisik, Storm memang merupakan salah satu dari sedikit model BlackBerry yang menawarkan kepuasan lebih, dalam menikmati gambar dan video--termasuk konten-konten dewasa--di perangkat BlackBerry.
    Namun, kesenangan pribadi Anton ini, sepertinya akan mengalami kendala serius di pekan-pekan mendatang. Sebab, ancaman keras dilontarkan oleh pemerintah Indonesia kepada Research in Motion (RIM), pembuat perangkat dan layanan BlackBerry asal Kanada.
    “Kami meminta RIM agar menghormati dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” kata Tifatul kepada VIVAnews.com, Minggu, 9 Januari 2011. Semestinya, kata Tifatul, sama seperti penyedia layanan internet lainnya, RIM juga harus memblokir situs-situs porno agar tak dapat diakses oleh pelanggan di Indonesia.
    Menkominfo yang pernah menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu menyediakan waktu dua minggu bagi RIM, tepatnya tanggal 21 Januari 2011 untuk memulai pemblokiran. Bila tidak, layanan BlackBerry yang justru akan diblokir pemerintah.
    ***
    Sontak saja, ancaman ini langsung membangkitkan gelombang kecemasan bagi sekitar 2,5 juta pelanggan BlackBerry di Indonesia. Mereka ramai-ramai mengritik ultimatum Pak Menteri. Sebab, tak semua punya kegemaran seperti Anton. Selama ini, di antara mereka malah ada yang sama sekali tidak tahu bahwa mereka bisa mengakses konten mesum dari ponsel kesayangan mereka itu.
    Namun, pemerintah tak kalah keras. Lewat akun mikroblog Twitternya, Menteri Tifatul yang gemar berpantun itu mengeluarkan rangkaian tweet bernada serius. “Kita bukan sedang bernegosiasi, kalau RIM tdk mematuhi peraturan dan UU RI, enough is enough!!!” kata Tifatul.
    Tapi, di balik alasan konten porno, pemerintah juga punya tuntutan yang lebih besar.
    Lewat tweet-nya pada 9 Januari 2011, Tifatul membeberkan beberapa tuntutan, yang beberapa di antaranya, sebenarnya telah dipenuhi oleh RIM. “Sejauh ini RIM terkesan mengulur-ulur waktu untuk menjalankan komitmen mereka. Apa kita sebagai bangsa mau diperlakukan seperti itu?”
    Tuntutan itu lengkapnya adalah agar RIM mematuhi perundangan (UU Telekomunikasi No 36/ 1999, UU Informasi dan Transaksi Elektronik No 11/2008, dan UU Pornografi No 44/2008), membuka perwakilan dan service center di Indonesia, merekrut dan menyerap tenaga kerja secara proporsional, menggunakan konten dan software lokal Indonesia, memasang software blokir situs porno, membangun server/ repeater di Indonesia sehingga terbuka akses bagi keperluan penyadapan terhadap aksi kejahatandi jaringannya.
    Bahkan belakangan, maksud Menkominfo kemudian diperjelas dengan tweet-tweet berikutnya.
    "Salahkah kita meminta "JATAH" buat NKRI spt (seperti - red) Tenaga Kerja, konten lokal, hormati dan patuhi ketentuan Hukum dan UU di RI yang berdaulat ini?" kata Tifatul melalui tweet di Twitter.
    Menurut Tifatul, data-data yang ia dapatkan menunjukkan, dari layanan BlackBerry yang memiliki sekitar 2,5 juta pelanggan di Indonesia, RIM berhasil menangguk pemasukan bersih di Indonesia sebesar Rp189 miliar per bulan atau Rp2,26 triliun per tahun.
    "CATAT: RIM Tanpa bayar pajak sepeser pun kepada RI, tanpa bangun infrastruktur jaringan apa pun di RI. Seluruh jaringan adalah milik enam operator di INA (Indonesia)," ujar Tifatul.
    Padahal, ia melanjutkan, semua operator lain sudah menjalankan dan mematuhi undang-undang dan peraturan, seperti membayar biaya hak pakai (BHP) frekuensi, pajak, merekrut tenaga kerja lokal, menjalankan program CSR, bahkan membantu korban-korban bencana.
    ***
    Entah kurang paham, entah kurang periksa, tweet terakhir Pak Menteri menuai kritik. Menkominfo dinilai seperti tak paham beda operator dengan penyedia aplikasi, status perusahaan RIM, dan kewajiban pajaknya.
    Salah satunya diutarakan tokoh telematika Indonesia Onno W. Purbo. Onno mengatakan bahwa RIM adalah penyedia aplikasi, sehingga tidak bisa dikenakan kewajiban seperti halnya operator atau penyedia layanan internet (ISP).
    “Operator telekomunikasi wajib membayar USO, Pendapatan Negara Bukan Pajak (BHP Frekuensi, BHP ISP), pajak. Aplikasi Internet tidak wajib membayar USO, PNBP (BHP Frekuensi, BHP ISP),” kata Onno pada artikel di situs Wiki yang ia kelola. Lebih jauh, kewajiban penyedia aplikasi Internet adalah sebatas membayar Pajak PPN, PPh, dan PPh Badan.
    Ryuma_Cheater
    Ryuma_Cheater
    Member Dewa

    Jumlah posting : 414
    Points : 671
    Reputation : 175
    Join date : 04.04.11
    Age : 25
    Lokasi : Garut

    Berebut Manis BlackBerry Empty Re: Berebut Manis BlackBerry

    Post by Ryuma_Cheater on Tue Apr 19, 2011 7:53 am

    siip

      Waktu sekarang Mon Sep 16, 2019 1:41 pm