Kang Yasin Berbagi

Selamat Datang di Forum Kang Yasin Berbagi
Silahkan login untuk masuk ke Forum atau Daftar Bagi yang belum mendaftar Terima kasih Atas kunjungannya.

Curhat Riedl Soal Lapangan di Indonesia Logo

Salam Kang Yasin
Kang Yasin Berbagi

Tempatnya berbagi segala jenis Informasi dan Berita

ngacir Kang Yasin Telah membuat Blog sendiri yang dulunya di gabung dengan blog http://trik-tipsblog.blogspot.com sekarang terpisah berada di link berikut Blog Kang Yasin. dan sudah 5.000 Lebih yang Ikut Bergabung di Facebook Kang Yasin.

Tukar Banner

Kang Yasin Berbagi

Partner Forum

Tips, Triks AdSense, Tutorial Blog, Free Download E-Book, Bisnis Penghasil Dollar, cara buka Paypal/Alertpay, tips google adsense, bisnis internet, pusat bisnis online, pulsamurah

Latest topics

Keywords

Sponsor

User Yang Sedang Online

Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada


[ View the whole list ]


User online terbanyak adalah 67 pada Sun Aug 07, 2011 11:33 am

Statistics

Total 43945 kiriman artikel dari user in 2579 subjects

Total 23288 user terdaftar

User terdaftar terakhir adalah ady1st


    Curhat Riedl Soal Lapangan di Indonesia

    raditya notonegoro
    raditya notonegoro
    Member Master
    Member Master

    Jumlah posting : 315
    Points : 590
    Reputation : 23
    Join date : 21.02.11
    Age : 23
    Lokasi : *** kediri raya ***

    Curhat Riedl Soal Lapangan di Indonesia Empty Curhat Riedl Soal Lapangan di Indonesia

    Post by raditya notonegoro on Tue Feb 22, 2011 9:58 pm

    VIVAnews - Pelatih Alfred Riedl bingung dengan negara Indonesia yang punya banyak penduduk tanpa diimbangi jumlah lapangan bola.

    Riedl memberikan curahan hati (curhat) soal ini setelah tim nasional Indonesia Pra-Olimpiade tiba di Palembang, Senin 21 Februari 2011 siang. Timnas sedang melakukan persiapan jelang laga melawan Turkmenistan di Gelora
    Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Rabu malam, 23 Februari 2011.

    Riedl mengaku kaget dengan pemandangan yang dilihatnya dari atas udara saat berada di dalam pesawat. Pelatih asal Austria itu mengaku tidak melihat satu pun lapangan sepakbola.

    "Kemarin saya mendarat di sini (Palembang), saya tidak melihat adanya lapangan sepakbola. Saya juga melihat ke bawah selama 10 menit saat penerbangan, tidak ada satu pun lapangan sepakbola. Yang ada hanya perkotaan dan pedesaan," ujar Riedl dalam perbincangan dengan VIVAnews di Jakabaring, Selasa 22 Februari 2011.

    Riedl menganggap hal ini menjadi faktor penting mengapa sepakbola Indonesia jalan di tempat. Pelatih 61 tahun itu coba membandingkan kondisi perkembangan sepakbola di negaranya, Austria.

    "Anda hidup dengan sekitar 260 juta penduduk. Di negara saya, kota dengan 10 ribu orang penduduk pasti punya satu lapangan sepakbola," kilah mantan pelatih timnas Vietnam dan Laos tersebut.

    "Di Austria kami punya 2.100 klub, di Indonesia 470 klub. Kalau Anda bandingkan hanya 8,5 juta penduduk Austria dengan sekitar 260 juta penduduk Indonesia, jadi Anda kekurangan sekitar 1.500 klub. Jumlah yang luar biasa," tambah Riedl.

    Riedl bahkan menilai Turkmenistan, calon lawan Indonesia di laga besok, lebih serius dalam urusan mengembangkan sepakbola daripada Indonesia.

    "Negara mereka (Turkmenistan) mengelola sepakbola dengan serius. Ini bisa membuat perbedaan antara mereka dengan Indonesia," ujar Riedl.

      Waktu sekarang Mon Sep 16, 2019 1:41 pm